STUDI EVALUASI KINERJA TENAGA PENDIDIK DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KOTA MAKASSAR
Prof. Dr. Mantasiah R., M.Hum, Yusri, S.Pd., M.A • 2018
Abstrak
Kualitas pendidikan di Indonesia dapat dilihat dari beberapa aspek, salah satunya dari hasil ujian nasional yang diperoleh siswa. Semakin tinggi hasil ujian nasional yang diperoleh siswa, maka semakin tinggi pula kualitas pendidikan di Indonesia. Namun, berdasarkan dari Kemdikbud (2017) menunjukkan bahwa nilai ujian nasional siswa tahun 2017 mengalami penurunan baik itu pada tingkat SMA maupun SMP dibandingkan pada tahun 2016. Penurunan hasil ujian nasional siswa berlanjut pada tahun 2018 (Kemdikbud, 2018). Salah satu kompenen pendidikan yang sangat berpengaruh dalam fenomena menurunnya hasil ujian nasional siswa adalah tenaga pendidik dalam hal ini adalah guru. Berdasarkan Pasal 39 UU No. 20 tahun 2003 dijelaskan bahwa tugas guru terdiri atas merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan, melakukan pelatihan, melakukan penelitian dan melakukan pengabdian masyarakat. Hal tersebutlah yang menyebabkan variabel kualitas guru menjadi variabel sentral dalam peningkatan kualitas pendidikan, karena guru mempunyai peran sebagai perancang, pelaksanaan dan pengevaluasi pembelajaran. Maka dari itu, untuk merumuskan kebijakan dalam peningkatan kualitas pendidikan, variabel kualitas guru seharusnya menjadi variabel utama yang dikaji. Evaluasi kinerja guru dalam hal ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana kualitas guru yang ada serta mengetahui sejauh mana keberhasilan guru dalam melaksanakan perannya sebagai tenaga pendidik. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengevaluasi kinerja guru sebagai tenaga pendidik berdasarkan acuan standar nasional pendidikan khususnya bagian pendidik dan tenaga kependidikan. Melalui hasil penelitian ini nantiya, dapat dikembangkan kebijakan-kebijakan yang berorientasi pada peningkatan kualitas guru khususnya guru sekolah menengah pertama di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan survei dengan teknik pengumpulan data yang digunakan berupa angket, wawancara dan observasi. Populasi dalam penelitian ini ialah guru SMPN di Kota Makassar. Teknik penentuan sampel yang digunakan yakni sampling kuota. Teknik analisis data yang digunakan yakni statistik deskriptif dan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data yang dijelaskan pada bagian sebelumnya dapat disimpulkan bahwa kinerja tenaga pendidik SMPN di Kota Makassar belum maksimal berdasarkan 7 Indikator dari Badan Standar Nasional Pendidikan. Dari 7 Indikator, hanya 2 indikator yang boleh dikatakan berada pada kategori sangat baik, diantaranya aspek kualifikasi akademik tenaga pendidik, dan aspek kesesuaian mata pelajaran yang diajarkan dengan latar belakang 4 pendidikan yang dimiliki oleh guru. Namun, 5 aspek lainnya masih perlu ditingkatkan khususnya dalam aspek penguasaan materi pelajaran serta aspek kemampuan dalam mengelola proses pembelajaran. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan tidak maksimalnya kinerja guru dari kelima aspek tersebut seperti: 1) Beban mengajar yang terlalu banyak, 2) Kurangnya fungsi kontrol dari pihak pengawas dan kepala sekolah , 3) Kurangnya kesadaran guru akan pentingnya inovasi dalam pembelajaran, 4) Faktor umur dari tenaga pendidik yang tidak memungkinkan lagi untuk melakukan inovasi-inovasi dalam pembelajaran, 5) Lingkungan sekolah yang tidak kondusif/kurang memadai, 6) Kurangnya fasilitas pembelajaran yang dapat digunakan
Kata Kunci
Metode
—
Prof. Dr. Mantasiah R., M.Hum, Yusri, S.Pd., M.A (2018). STUDI EVALUASI KINERJA TENAGA PENDIDIK DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KOTA MAKASSAR. BRIDA Kota Makassar
Pendanaan & Etika
- Sumber Pendanaan
- —
- Pernyataan Etika
- —