KAJIAN PENGELOLAAN DAN PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA KOTA MAKASSAR UNTUK PERBAIKAN TATA KOTA DAN PENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT
Dr. Andi Nur Bau Massepe, Dr. Suhasman, S.Hut., M.Si, Siti Mushlihah, ST., MT, Lasmana, S.IP, M.H. β’ 2018
Abstrak
Sektor informal PedagangKaki Lima (PK5) mempunyai peranan yang sangat besar untuk meningkatkan perekonomian terutama masyarakat ekonomi lemah dan sektor ini juga menyerap tenaga kerja yang mempunyai keahlian yang relatif minim. Peningkatan jumlah pedagang kaki lima yang berjualan dipinggir jalan dibandingkan sejak beberapa puluh tahun yang lalu terus bertambah setiap tahunnya. Namun setidaknya terdapat beberapa isu penting yang terkait dengan PK5 di perkotaan, antara lain: adanya dominasi sektor formal atas sektor informal termasuk PK5 di perkotaan sehingga menimbulkan konflik sosial yang memerlukan penanganan yang lebih berkelanjutan, marjinalisasi ekonomi sektor informal termasuk PK5 yang menimbulkan berbagai permasalahan seperti ketidaktertiban, limbah, tidak adanya perlindungan jiwa, eksploitasi anak, persaingan tidak sehat, ketiadaan perlindungan hukum, dan sulitnya pemberdayaan karena mobilitas. Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mengkaji pengelolaan dan penataan PK5 kota Makassar. Secara khusus, tujuan penelitian ini adalah : mengkaji distribusi, dan kondisi sosial ekonomi PK5 saat ini, mengkaji upaya tata kota Makassar agar menjadi kota yang lebih tertib dan indah, mengkaji upaya yang dapat dilakukan agar keberadaan PK5 tetap dapat dipertahankan sehingga tidak menghilangkan mata pencaharian masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut maka akan dilakukan tahapan kegiatan sebagai berikut: pengumpulan studi literatur dan regulasi, serta sistem yang diterapkan Pemkot Makassar, survey lapangan, Focus Group Discussion (FGD) dari berbagai stakeholders. Data yang diperoleh pada penelitian ini kemudian dianalisis dengan menggunakan 2 metode, yaitu analsis statistik deskriptif dan analisis SWOT. Secara garis besar pola peyebaran PK5 Kota Makassar ada dua jenis, yaitu: pola penyebaran PK5 memanjang (linier aglomeration) dan pola penyebaran PK5 secara mengelompok (focus aglomeration). Pola penyebaran PK5 memanjang, antara lain terdapat di jalan Perintis, jalan hertasning, dan jalan antang raya, jalan Perumnas Antang raya dan BTP. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan tata kota Makassar agar menjadi kota yang lebih tertib dan indah terkait adanya PK5, antara lain: Penataan lokasi PK5 melalui pembentukan pasar sentra PK5 dan Pengendalian dan pengawasan PK5 secara berkesinambungan dan terpadu. Upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah kota untuk mempertahankan keberadaan PK5 Kota Makassar agar tidak menghilangkan mata pencaharian masyarakat, antara lain dengan membuat data base dan road map pengembangan pelaku PK5 sehingga memiliki tahapan pengembangan dan pada level ekonomi tertentu mereka dapat keluar dari kelompok PK5 (dari sektor informal menjadi sektor formal).
Kata Kunci
Metode
β
Dr. Andi Nur Bau Massepe, Dr. Suhasman, S.Hut., M.Si, Siti Mushlihah, ST., MT, Lasmana, S.IP, M.H. (2018). KAJIAN PENGELOLAAN DAN PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA KOTA MAKASSAR UNTUK PERBAIKAN TATA KOTA DAN PENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT. BRIDA Kota Makassar
Pendanaan & Etika
- Sumber Pendanaan
- β
- Pernyataan Etika
- β