Sistem Perparkiran Berbasis Smart City di Kota Makassar
Prof. Dr. Ir. Batara Surya β’ 2020
Abstrak
Masalah perpakiran diperkotaan merupakan masalahan yang kompleks karena adanya berbagai kepentingan masyarakat perkotaan seiring dengan meningkatnya kepemilikan kendaraan diperkotaan akan mempengaruhi pertumbuhan dan pekembangan kegiatan manusia di dalamnya. Tingginya populasi penduduk yang dibarengi dengan kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan yang semakin tinggi berimplikasi pada peningkatan arus transportasi baik kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Selain masalah kemacetan yang kerap menjadi topik pembahasan, masalah parkir juga menjadi persoalan sendiri yang dialami oleh kota-kota besar di dunia. Pusat aktivitas kota pada umumnya mempunyai beberapa tipe penggunaan lahan. Pusat aktivitas dapat berupa semua pusat bisnis kota, sebuah kompleks pendidikan, kawasan industry dan pusat hiburan. Tingginya intensitas aktivitas di kawasan pusat kota memberikan pengaruh terhadap kondisi lalu lintas kendaraan dari wilayah-wilayah sekitarnya. Kota Makassar merupakan kota inti dalam sistem perkotaan metropolitan maminasata (PKN dan KSN). Pusat kegiatan nasional adalah kawasan perkotaan yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala internasional, nasional atau beberapa propinsi, dengan ditetapkannya sebagai kawasan nasional kota Makassar mengalami perkembangan dari berbagai aspek, sehingga sangat diperlukan kebijakan pengembangan struktur ruang yaitu peningkatan akses pelayanan perkotaan dan pusat pertumbuhan ekonomi wilayah yang merata, peningkatan kualitas dan jangkauan jaringan prasarana tranportasi, telekomunikasi, listrik dan sumber daya air yang terpadu dan merata di seluruh wilayah kota Makassar, sehingga terjadi pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi ini seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk kurang lebih 1,5 juta jiwa (BPS kota Makassar 2019), dengn jumlah kendaraan bermotor 1.563.608 (pertumbuhan 5-6% per tahun, BPS 2019), hal ini menujukkan betapa banyak kendaraan yang ada di kota Makassar, sehingga dapat menimbulkan permasalahan. Permasalahan trasportasi terjadi akibat perencanaan dan sistem pengembangan transportasi tidak sejalan (Miro, 1997). Banyaknya penduduk yang menggunakan kendaraan dengan berbagai kepentingan berkonsentrasi dengan menggunakan tempat parkir seadanya. Kawasan pusat kota biasanya persediaan ruang parkir sangat terbatas, terutama area parkir di luar sisi jalan. Jika tidak ada penyediaan ruang parkir yang memadai cenderung menggunakan sisi jalan sebagai tempat parkir, sehingga mengakibatkan memburuknya kondisi lalu lintas, seperti kemacetan terutama pada jam-jam sibuk, permasalahan ini merupakan permasalahan yang akan menjadi sangat parah jika belum ada penanganan dengan serius baik dari pemerintah daerah maupun masyarakat. Peluang munculnya berbagai permasalahan/konflik sosial dan lingkungan sebagaimana biasanya terjadi pada kawasan perkotaan yang dipicu oleh meningkatnya alat transportasi, dan berkurangnya area perparkiran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis sistem perparkiran di Kota Makassar dan dampaknya terhadap tingkat kemacetan kota disekitarnya akibat kegiatan parkir yang tidak teratur. Secara rinci tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab masalah penelitian yang telah dirumuskan, sebagai berikut: a. Mengakaji dan menganalisis penerapan sistem parkir bekerja sebagai determinan penanganan lalu lintas di Kota Makassar. b. Mengakaji dan menganalisis penerapan kebijakan pembangunan kota terhadap pemenuhan sistem parkir. c. Menganalisis model sistem perpakiran yang efektif dan efisien di kota Makassar d. Mengetahui model dan konsep dari sistem parkir di kota Makassar
Kata Kunci
Metode
β
Prof. Dr. Ir. Batara Surya (2020). Sistem Perparkiran Berbasis Smart City di Kota Makassar. BRIDA Kota Makassar
Pendanaan & Etika
- Sumber Pendanaan
- β
- Pernyataan Etika
- β