Santri City
Ir. Muhammad Zaki, ST., M.Sc, Ir. Adithya Yudistira, ST., MT, Muhammad Basir, ST. • 2021
Abstrak
Branding sebuah kota merupakan acuan atau spirit apakah itu untuk bidang kerja atau keinginan untuk hidup berkomunitas yang lebih baik. Jika branding sebuah kota mengena atau identik dengan semangat komunitas masyarakat, pasti akan memberikan motivasi bagi masyarakat tersebut untuk terus bergerak maju menuju masa depan. Sebagai salah satu bentuk penerapan city branding, beberapa kota di Indonesia memiliki tagline untuk mengemukakan identitasnya. Seperti pada kota Yogyakarta dengan positioning Jogja: The Never Ending Asia, dan kota Jakarta dengan Enjoy Jakarta, serta banyak lagi kota-kota lain di indonesia. Identitas kota ialah image yang melekat pada kota. Image merupakan visualisasi yang diberikan dan dipersepsikan oleh orang lain mengenai sebuah kota baik berupa citra, reputasi dan kredibilitas. Terbentuknya sebuah citra adalah hasil dari persepsi yang berkembang dalam benak masyarakat terhadap realitas kawasan yang ada. Realitas yang baik akan memiliki citra yang positif atas sebuah brand begitu sebaliknya. Sehingga terkait dengan identitas budaya, masyarakat kota Makassar saat ini dihadapkan pada tiga tantangan identitas, “yaitu Makassar Kota Sombere”, “Makassar Smart City”, ”Makassar Kota Dunia”. Yang menjadi problem adalah bagaimana melahirkan “Santri City” sebagai budaya yang sarat dengan nilainilai luhur yang akan menjadi spirit untuk membangun perekonomian masyarakat sekitar dan juga menunjang dalam mempertahankan kekuatan branding dari kota makassar namun tetap bisa hidup selaras dengan nilai-nilai luhur keislaman. Kajian pemetaan Santri City untuk mengidentifikasi potensi, sebaran aktifitas, serta mengetahui tipologi kawasan Santri City dengan pendekatan landscape character, open space, conectivity, dan central line sebagai akses utama. Kemudian melahirkan pendeketan konsep yang mengacu pada visi misi walikota dengan tetap melihat kawasan secara umum dengan pendekatan heritage, culture, ecology, dan climate sehingga melahirkan gagasan yaitu bagaimana bisa mengoptimalkan ke-empat pesantren yang memiliki latar belakang historis. Amatan dimulai di daerah perbatasan kota Makassar-Kabupaten Maros yaitu kecamatan Biringkanaya dan akan berpotensi kepada amatan di kecamatan lain yang juga memiliki potensi dalam pengembangan Santri City di kota Makassar. Kami ingin melihat bagaimana implikasi city branding kota Makassar Wilayah Timur sebagai kota santri berbasis pada data primer dan data sekunder. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat 3 konsep yang diidentifikasi dapat dikembangkan dalam Santri City yaitu 1). Grand Concept a). Heritage untuk mempromosikan budaya Bugis Makassar. b). Culture Slogan “Makassar Menuju Kota Dunia” bukan menjadi hambatan melainkan perlunya penerapan budaya dalam nilai Sipakatau, Sipakainge’, Sipakalebbi dalam bingkai pendidikan karakter. c). Ecology untuk menyerukan perlindungan kepada ekosistem yang bertujuan meningkatkan penghidupan masyarakat, menangkal perubahan iklim khususnya di wilayah Santri City. d). Climate Salah satu dari 8 program walikota Makassar adalah bagaimana bisa menghadirkan dan meningkatkan pengembangan infrastruktur, adaptasi lingkungan Smart Pedestrian dan koridor kota hijau. 2. Resilent City Smart Environment for Santri City. Dalam konsep ini Santri City berperan sebagai tempat beraktifitas masyarakat yang diharapkan mampu menciptakan kondisi yang ramah lingkungan yang terbangun dalam dimensi sosial, ekonomi yang berkelanjutan. 3. Street Community Moda Transportasi bebas Polusi Berjalan kaki merupakan perekat bagi sistem pergerakan masyarakat perkotaan . kondisi kota makassar yang saat ini semakin adat disertai dengan bertambahnya jumlah kendaraan bermotor yang membuat kegiatan berjalan kaki kian sulit dilakukan. Masih banyak fasilitas pejalan kaki yang belum terbangun sehingga banyak kita jumpai pelanggaran bagi pejalan kak
Kata Kunci
Metode
—
Ir. Muhammad Zaki, ST., M.Sc, Ir. Adithya Yudistira, ST., MT, Muhammad Basir, ST. (2021). Santri City. BRIDA Kota Makassar
Pendanaan & Etika
- Sumber Pendanaan
- —
- Pernyataan Etika
- —