LAPORAN HASIL KAJIAN KAPASITAS MANAJEMEN INOVASI PEMERINTAH KOTA DALAM PENGELOLAAN URBAN FARMING DI KOTA MAKASSAR
Dr. Ir. Batara Surya, ST., M.S β’ 2025
Abstrak
Dunia saat ini mengalami kecepatan peningkatan pembangunan yang sangat pesat baik dari segi infrastruktur manupun sarana dan prasarana. Terkhusus di wilayah perkotaan, pembangunan memaksa hampir seluruh lahan hijau yang dulunya digunakan sebagai lahan pertanian dan sebagai media penyediaan oksigen bagi masyarakat sekitarnya kini beralih fungsi menjadi gedung dan bangunan. Akibat dari peralihan penggunaan lahan ini menyebabkan terjadinya degradasi kualitas lingkungan sehingga polusi menjadi suatu masalah yang serius. Ketidakselarasan antara pembangunan gedung dan bangunan di wilayah perkotaan dengan jumlah ruang terbuka hijau membuat kualitas lingkungan di wilayah perkotaan menjadi menurun drastis. Keadaan kurang harmonis yang terjadi antara manusia dengan lingkungannya mengakibatkan wilayah perkotaan hanya maju secara ekonomi namun mundur secara ekologi. Konsep perencanaan kota berwawasan pangan terlahir dari kebutuhan untuk mewujudkan ketahanan pangan. Ketahanan pangan adalah sebuah kondisi dimana seluruh masyarakat (lintas batas ruang dan waktu) dapat mengakses makanan yang cukup baik dari segi jumlah, keragaman jenis serta nutrisi (FAO, 2008). Ketahanan pangan tidak hanya soal memproduksi makanan yang cukup tetapi juga terkait masalah keterjangkauan makanan baik dari sisi harga maupun distribusi. Daerah perkotaan yang memiliki luas daerah terbatas,
Kata Kunci
Metode
β
Dr. Ir. Batara Surya, ST., M.S (2025). LAPORAN HASIL KAJIAN KAPASITAS MANAJEMEN INOVASI PEMERINTAH KOTA DALAM PENGELOLAAN URBAN FARMING DI KOTA MAKASSAR. BRIDA Kota Makassar
Pendanaan & Etika
- Sumber Pendanaan
- β
- Pernyataan Etika
- β