SB

SIGAP BRIDA

Sistem Informasi Gabungan Arsip & Privasi

Inovasi Pemanfaatan Waduk Mini untuk Pengendalian Banjir dan Genangan

Dr. Ir. Riswal Karamma, ST., MT., IPM.,AER, Indriyanti, ST., MT, Farida Gaffar, ST., MM., IPM, Nurhidayat, ST., MT β€’ 2025

Public Lisensi: β€” πŸ‘οΈ 0 ⬇️ 0

Abstrak

Perkembangan kota metropolitan selalu diiringi dengan peningkatan pembangunan infrastruktur guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks. Seiring dengan pesatnya urbanisasi, permintaan akan sarana transportasi, perumahan, serta fasilitas umum terus meningkat, menuntut perencanaan kota yang lebih matang. Seperti halnya dengan Kota Makassar dalam beberapa dekade terakhir telah membawa dampak signifikan terhadap tata ruang dan infrastruktur kota. Sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia bagian timur, ekspansi kawasan permukiman, komersial, dan industri terus meningkat. Namun, laju urbanisasi yang cepat ini tidak selalu diimbangi dengan pembangunan infrastruktur yang memadai. Permukiman perkotaan memiliki kepadatan serta populasi manusia yang tinggi. Kebutuhan akan perumahan yang semakin bertambah sebagai konsekuensi peningkatan laju pertumbuhan penduduk dengan tambahan urbanisasi, mengakibatkan alih fungsi lahan diperkotaan menyebabkan pengurangan kemampuan lahan sebagai fungsi meresapkan air dan meningkatkan volume limpasan serta menambah beban drainase. ( Saidah, H.,et al.., 2021). Dulu, kondisi Kota Makassar masih jauh berbeda. Dengan urbanisasi yang terus meningkat, lahan terbuka semakin berkurang dan menyebabkan peningkatan run off. Kecamatan Panakkukang merupakan wilayah permukiman yang padat serta pusat bisnis utama di Kota Makassar, yang menyumbang aktivitas ekonomi dan sosial yang sangat tinggi. Sebagai kawasan yang memiliki infrastruktur perkotaan yang berkembang pesat. Peningkatan jumlah bangunan dan jalan yang tidak dapat menyerap air (impervious surfaces) membuat sistem drainase yang ada tidak mampu menampung limpasan air hujan yang semakin besar, sehingga menyebabkan genangan di sepanjang ruas jalan utama dan mengganggu aktivitas masyarakat. Karena Kecamatan Panakkukang juga merupakan pusat bisnis yang sangat vital bagi perekonomian kota, masalah genangan dan banjir yang terjadi di2 wilayah ini tidak hanya merugikan masyarakat setempat tetapi juga dapat mengganggu perekonomian lokal dan kegiatan bisnis. Kecamatan Panakkukang di Kota Makassar kerap mengalami banjir dan genangan akibat curah hujan tinggi, terutama ketika kapasitas saluran drainase tidak mampu mengalirkan debit air yang meningkat secara signifikan. Berdasarkan laporan terbaru dari DetikSulsel (2024), banjir yang melanda Panakkukang disebabkan oleh meluapnya air kanal yang tidak mampu menampung limpasan air hujan. Akibatnya, beberapa wilayah mengalami genangan berkepanjangan yang menghambat aktivitas Masyarakat. Faktor utama yang berkontribusi terhadap permasalahan banjir di Kecamatan Panakkukang meliputi: 1. Melimpahnya air dari kanal utama yang tidak memiliki kapasitas tampung optimal. 2. Kurangnya infrastruktur pengendali air hujan seperti waduk mini dan area resapan. 3. Sistem drainase yang tidak optimal dalam menyalurkan air ke tempat pembuangan akhir. 4. Tingginya laju urbanisasi yang mengurangi lahan terbuka hijau dan meningkatkan limpasan permukaan. 5. Kecamatan Panakkukang memiliki banyak daerah dataran rendah yang rentan terhadap genangan dan banjir saat musim hujan. Salah satu alasan pemilihan Kecamatan Panakkukang sebagai lokasi penelitian adalah karena wilayah ini memiliki potensi lahan budidaya yang cukup signifikan yang tercantum dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Makassar. Lahan budidaya ini berpotensi dimanfaatkan sebagai bagian dari solusi pengendalian banjir dan genangan melalui pemanfaatan waduk mini atau kolam retensi. Lahan yang masuk dalam kawasan budidaya ini memiliki karakteristik yang memungkinkan untuk diterapkannya teknik-teknik pengelolaan air, seperti penyimpanan air hujan untuk keperluan air bersih atau pengelolaan air tanah. Permasalahan banjir dan genangan di Kota Makassar merupakan sebuah fenomena alam yang sangat kompleks dan sulit dihindari. Salah satu penyebab terjadinya banjir di Kota Makassar adalah pengelolaan tata air yang belum optimal (Karamma., et.al 2021). Banyak saluran drainase di Kota Makassar yang belum terkoneksi dengan baik. Tidak hanya itu, dimensi saluran yang ada saat ini jug

Kata Kunci

β€”

Metode

β€”

Unduh PDF Buka PDF Penuh
Dr. Ir. Riswal Karamma, ST., MT., IPM.,AER, Indriyanti, ST., MT, Farida Gaffar, ST., MM., IPM, Nurhidayat, ST., MT (2025). Inovasi Pemanfaatan Waduk Mini untuk Pengendalian Banjir dan Genangan. BRIDA Kota Makassar

Pendanaan & Etika

Sumber Pendanaan
β€”
Pernyataan Etika
β€”