SB

SIGAP BRIDA

Sistem Informasi Gabungan Arsip & Privasi

STUDI KASUS : IDENTIFIKASI PENYEBAB BANJIR DI KOTA MAKASSAR

Ir Andriyani, ST., MT, Rizki Amaliah, S.Hut., M.Hut, Dr. Ratna Bachrun, ST., MT, Rachmatan, ST, Andi Suliana, SP, Ismaniar Ismail, S.Sos., M.Si, Ifrah, ST., MT • 2022

Public Lisensi: Hak Cipta BRIDA 👁️ 0 ⬇️ 0

Abstrak

Banjir adalah fenomena yang disebabkan oleh peningkatan laju aliran permukaan akibat perubahan penutup lahan dan hilangnya daerah resapan. Perkembangan dan pertumbuhan kota Makassar yang cukup pesat akhir-akhir ini, disamping memperlihatkan hasil yang positif juga menimbulkan berbagai masalah bagi pemerintah daerah, misalnya arus urbanisasi yang tinggi, kondisi perumahan yang belum memenuhi standar dan syarat kesehatan, penggunaan tanah kota yang semrawut, lalu lintas kurang teratur, banjir yang terjadi setiap tahun, pengelolaan sampah yang kurang baik, air bersih yang masih terbatas, jalan masih banyak mengalami kerusakan dan masalah lain yang merupakan dampak hasil pembangunan (Rauf, 2014). Ditinjau dari letak geografis Kota Makassar yang merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang memiliki luas area 175,77 km2 sekaligus ibu kota dari Provinsi Sulawesi Selatan. Kota Makassar berada ditepi pantai Laut Sulawesi tepatnya di Teluk Makassar berada pada 199º24’17’38” Bujur timur dan 5º8’6’19” Lintang selatan. Dilihat dari skala nasional dan global, Kota Makassar terletak di Pasific Rim dan berfungsi sebagai pintu gerbang ke kawasan Asia Pasifik serta pada skala regional merupakan kota utama (primate city) di Provinsi Sulawesi Selatan dan sekitarnya. Secara administrasi kota Makassar terbagi atas 15 Kecamatan dan 142 Kelurahan dengan 885 RW dan 4446 RT (Sumber : BPS, 2022), dengan ketinggian kota Makassar bervariasi antara 0 – 25 meter dari permukaan laut dan suhuudara antara 20º C sampai dengan 32º C. Dalam Kaitannya mendukung RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Kota Makassar yang sesuai dengan Visi dan Misi Walikota Makassar yang ketiga yaitu Restorasi Ruang Kota yang Inklusif Menuju Kota Nyaman Kelas Dunia “Sombere dan Smart” City untuksemua. Maka upaya penanganan banjir tersebut perlu dilakukan penelitian lebih lanjut guna perbaikan kota Makassar yang lebih baik. Pada umumnya penanggulangan banjir pada setiap wilayah masih bersifat general yaitu 1Dilakukan dengan cara sama pada setiap wilayah. padahal penanganan banjir harus disesuaikan dengan karakteristik wilayah. Menurut Suripin (2004) secara umum penyebab banjir disebabkan oleh curah hujan, penggunaan lahan, daerah pengaliran, kondisi topografi, kapasitasdrainase dan Jenis tanah. Sedangkan menurut Sugiyanto (2002, dalam Kodoatie 2006) penyebab banjir yaitu perubahan penggunaan lahan, pembuangan sampah, curah hujan, sedimentasi dan erosi dan geofisik sungai. Lebih lanjut dijelaskan dari hasil pengamatan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulsel, bahwa banjir parah kali ini disebabkan adanya tiga faktor utama. Faktor yang saling berkaitan dianggap perlu dituntaskan segera oleh pemerintah diantaranya kenaikan air lautmenimbulkan rob, air kiriman dari Kabupaten Gowa daya dukung dan dayatampung air Makassar yang sudah sangat menurun. Intensitas hujan yang tinggi beberapa tahun terakhir memicu banjirdi sebagian wilayah kecamatan Kota Makassar. Tak hanya pemukiman penduduk, banjir juga turut merendam sejumlah fasilitas pemerintah dan infrastruktur umum. Salah satunya yang paling berpengaruh pada sektor transportasi, yang berdampak pada terjadinya kerusakan struktur jalan, jembatan, dan mengakibatkan kemacetan sehingga mengganggu roda perekonomian. Hasil identifikasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar Tahun 2022, terdapat beberapa kecamatan yang tergolong titik rawan banjir. Sementara untuk parameter penyebab banjir bersumber dari beberapa penelitian terdahulu dan teori pendukung, yang menunjukkan bahwa parameter penyebab banjir terdapat kesamaan, dalam hal ini drainase, perubahan tata ruang, besarnya wilayah tanggapan air, curah hujan yang tinggi, wilayah yang berada DAS. Sehingga penelitian ini disusun untuk mengidentifikasi penyebab banjir dengan meninjau faktor penyebab banjir yang paling berpengaruh dari 4 (empat) acuan parameter diantaranya; kondisi drainase, kondisi topografi, kondisi tata ruang dan jenistanah. A d a p u n wilayah yang menjadi fokus lokasi penelitian p ada 4 (empat) kecamatan yang dianggap rawan terhadap banjir dalam 10 (sepuluh) tahun terakhir yaitu Kecamatan Tamalate, Kecamatan Manggala,Kecamatan Tamalanrea dan Kecamatan Bringkanaya.

Kata Kunci

Metode

Unduh PDF Buka PDF Penuh
Ir Andriyani, ST., MT, Rizki Amaliah, S.Hut., M.Hut, Dr. Ratna Bachrun, ST., MT, Rachmatan, ST, Andi Suliana, SP, Ismaniar Ismail, S.Sos., M.Si, Ifrah, ST., MT (2022). STUDI KASUS : IDENTIFIKASI PENYEBAB BANJIR DI KOTA MAKASSAR. BRIDA Kota Makassar

Pendanaan & Etika

Sumber Pendanaan
Pernyataan Etika