KAJIAN TINGKAT KEBERHASILAN BADAN USAHA LORONG (BULO) DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT LORONG
Dr. Sulfahri, S.Si., M.Si, Asmi Citra Malina, S.Pi., M.Agr., Ph.D, Dr. Ir. Asikin Muchtar, M.Si, Dr. Idris Sumase, Asni Anwar, S.Pi., M.Si., Niswa Jamal, S.IP., M.Si. β’ 2018
Abstrak
Badan Usaha Lorong yang disingkat Bulo memanfaatkan lorong di sejumlah wilayah kecamatan di kota Makassar untuk menjadi lebih produktif dan menjadi hijau dan bersih dengan menanam tanaman cabai. Saat ini terdapat 7.525 titik lorong di Kota Makassar. Dari 7.525 lorong tersebut, 500 diantaranya telah diterapkan Badan Usaha Lorong (Bulo). Salah satu tujuan dari Bulo adalah membangun lorong hijau yang produktif, sehingga masyarakat mandiri dalam pemenuhan sayuran sehari-hari. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk untuk mengkaji keberhasilan program program badan usaha Lorong (Bulo) yang dilaksanakan oleh pemerintah kota Makassar. Secara khusus, tujuan penelitian ini adalah : (1) mengkaji pengaruh penerapan Badan Usaha Lorong (Bulo) terhadap tingkat ekonomi masyarakat, (2) mengkaji upaya untuk memaksimalkan tingkat keberhasilan Badan Usaha Lorong (Bulo) untuk peningkatan ekonomi masyarakat, dan (3) mengkaji jenis tumbuhan lain selain cabe dapat dibudidayakan pada lorong yang terdapat di kota makassar. Untuk mencapai tujuan tersebut maka akan dilakukan tahapan kegiatan sebagai berikut: (1) studi literatur dan regulasi, serta sistem yang diterapkan Pemkot Makassar melalu Program Bulo; (2) survey lapangan untuk mengetahui tingkat keberhasilan program Bulo; (3) Focus Group Discussion (FGD) dari berbagai stakeholders termasuk masyarakat yang menjadi sasara Badan Usaha Lorong (Bulo). Data yang diperoleh pada penelitian ini kemudian dianalisis dengan menggunakan 2 metode, yaitu analsis statistik deskriptif dan Analisis Indikator Keberhasilan. Analisis statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan kondisi jawaban responden terhadap variabel atau indikator dalam bentuk nilai rata-rata dan prosentase. Analisis Analisis Indikator Keberhasilan digunakan sebagai dasar dalam merumuskan strategi dan kebijakan pengembangan program Badan Usaha Lorong di Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari semua aspek indikator tingkat keberhasilan Badan usaha lorong (BULo), hanya indikator kesadaran masayrakat dan motivasi yang bernilai signifikan, sementara indikator lainnya bernilai cukup signifikan untuk aspek kreatifitas dan kemandirian dan bernilai tidak signifikan untuk aspek pendapatan, kelembagaan dan kemitraan. Performance indikator Badan Usaha Lorong (BULo) di kota Makassar masih belum optimal. Hal ini disebabkan karena hanya 2 indikator yang optimal dari 6 indikator yang ada atau dapat dikatakan bahwa hanya 33,3% dari performance indikator yang dipenuhi. Oleh karena itu, perlu adanya upaya nyata untuk meningkatkan performance indikator.
Kata Kunci
Metode
β
Dr. Sulfahri, S.Si., M.Si, Asmi Citra Malina, S.Pi., M.Agr., Ph.D, Dr. Ir. Asikin Muchtar, M.Si, Dr. Idris Sumase, Asni Anwar, S.Pi., M.Si., Niswa Jamal, S.IP., M.Si. (2018). KAJIAN TINGKAT KEBERHASILAN BADAN USAHA LORONG (BULO) DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT LORONG. BRIDA Kota Makassar
Pendanaan & Etika
- Sumber Pendanaan
- β
- Pernyataan Etika
- β