SB

SIGAP BRIDA

Sistem Informasi Gabungan Arsip & Privasi

PENGUATAN RESILIENSI SOSIAL INOVASI LORONG WISATA DI KOTA MAKASSAR

Dr. Muh. Iqbal Latief, M.Si, Marta Suharsih, S.Sos., M.Si, Pratiwi Wulandari, S.Sos., M.Si β€’ 2024

Public Lisensi: Hak Cipta BRIDA πŸ‘οΈ 0 ⬇️ 0

Abstrak

Penelitian ini difokuskan pada kajian penguatan resiliensi sosial melalui inovasi lorong wisata pada masyarakat lorong di Kota Makassar. Data dan fakta menunjukkan bahwa terdapat banyaknya masalah-masalah sosial yang nampak pada kehidupan masyarakat lorong. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data dalam penelitian diambil dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Masalah-masalah sosial yang nampak pada masyarakat di dalam lorong wisata, diataranya; Masalah Kemiskinan, sebagian besar masyarakat dalam lorong wisata masih berada di bawah garis kemiskinan yang divalidasi oleh banyaknya penerima manfaat dalam lorong wisata; Kurangnya Infrastruktur, penyediaan infrasturktur seperti drainase lorong, penerangan jalan dan pengoptimalisasian CCTV dalam menunjang keamanan masyarakat lorong wisata; Masalah kebersihan terutama pada pengelolaan sampah, ditemukan di dalam beberapa lorong wisata dengan kondisi pemandangan kontraks antara dinding-dinding berwarna dan tumpukan sampah di pinggir lorong; Potensi kriminalitas yang mengancam keamanan, kondisi yang rentan terhadap potensi terjadinya kriminalitas yang mengancam keamanan pada masyarakat di lorong wisata; Konflik Sosial antar Warga, ketegangan yang mewarnai hirup kehidupan masyarakat lorong atas perebutan ruang publik; Minimnya keterlibatan pemerintah lokal, kurangnya inisiatif pemerintah setempat terkait program lorong wisata juga mematikan semangat dan inisiasi masyarakat untuk mengembangkan potensi lorong mereka; Ketergantungan intitusional dewan lorong, Dewan Lorong sangat bergantung pada arahan atau dukungan dari institusi lain (dalam hal ini pemerintah setempat) untuk menjalankan fungsinya sehingga tidak muncul inisiatif dan inovasi dalam pengembangkan potensi lorongnya. (2) Bentuk kebijakan aplikatif dalam memperkuat penguatan resiliensi sosial pada masyarakat lorong wisata, termuat dalam kebijakan aplikatif yang kompherensif dan terintegrasi. Bentuk kebijakan aplikatif tersebut bermuara pada aspek penataan dan revitalisasi lingkungan pada lorong wisata, pemberdayaan ekonomi masyarakat lorong wisata, Penguatan kapasitas masyarakat lorong wisata. ketiga kebijakan aplikatif tersebut diimplementasikan dengan berbagai inovasi program. (3) Pemanfaatan kelompok sosial pada program lorong wisata dalam memperkuat resiliensi sosial masyarakat lorong dengan melibatkan kader posyandu, kader PKK, majelis taklim, dan kelompok pemuda meski belum maksimal. Mengacu pada hasil temuan diatas menunjukkan bahwa resiliensi sosial pada masyarakat lorong melalui program lorong wisata sudah terbentuk, tetapi masih pada tatanan mikro. Sehingga dibutuhkan intervensi dari berbagai pihak terkait untuk melakukan penguatan resiliensi sosial masyarakat lorong secara optimal. Hasil penelitian ini merekomendasikan perlunya (1) Penguatan kebijakan aparat pemerintah dalam hal pengalokasian anggaran maupun program, (2) Penguatan fungsi pranata sosial dalam program lorong wisata, diantaranya Dewan Lorong dan Penanggungjawab Lorong, (3) Perlu dibentuk suatu badan khusus yang bertanggungjawab atas program lorong wisata, (4) Perlu dibangun kesadaran masyarakat untuk memperkuat resiliensi sosial sehingga membentuk partisipasi aktif masyarakat dalam program lorong wisata, (5) Perlunya peninjauan kembali regulasi terkait target kuantitas jumlah lorong wisata.

Kata Kunci

β€”

Metode

β€”

Unduh PDF Buka PDF Penuh
Dr. Muh. Iqbal Latief, M.Si, Marta Suharsih, S.Sos., M.Si, Pratiwi Wulandari, S.Sos., M.Si (2024). PENGUATAN RESILIENSI SOSIAL INOVASI LORONG WISATA   DI KOTA MAKASSAR. BRIDA Kota Makassar

Pendanaan & Etika

Sumber Pendanaan
β€”
Pernyataan Etika
β€”